The Many Firsts of Mercedes-Benz: 140 Tahun Perjalanan Inovasi yang Mengubah Dunia Otomotif

Jakarta, 6 Agustus 2026 - Tahukah Anda bahwa otomobil pertama di dunia dan otomobil pertama yang hadir di Indonesia sama-sama merupakan Mercedes-Benz?

Sebagai bagian dari perayaan 140 Years of Innovation di GIIAS 2026, Mercedes-Benz Indonesia mengangkat kisah seputar berbagai inovasi yang pertama kali diperkenalkan oleh Mercedes-Benz dan kemudian menjadi tonggak penting dalam perkembangan industri otomotif. Mulai dari otomobil pertama di dunia hingga berbagai teknologi keselamatan yang kini menjadi standar industri, kisah-kisah tersebut menunjukkan bagaimana Mercedes-Benz terus membentuk perkembangan dunia otomotif selama lebih dari 140 tahun.

Melengkapi kisah tersebut, Mercedes-Benz Indonesia berkolaborasi dengan Museum Nasional Indonesia menghadirkan replika Benz Patent-Motorwagen di booth Mercedes-Benz. Kehadiran replika ini mengajak pengunjung melihat awal perjalanan inovasi Mercedes-Benz.

“Banyak inovasi yang hari ini kita anggap sebagai hal yang biasa di sebuah mobil sebenarnya berawal dari Mercedes-Benz. Melalui GIIAS 2026, kami ingin mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan tersebut, mulai dari otomobil pertama di dunia, otomobil pertama yang hadir di Indonesia, hingga berbagai teknologi keselamatan yang kini telah menjadi standar industri. Kami juga menunjukkan bagaimana semangat inovasi itu terus berlanjut melalui jajaran kendaraan terbaru Mercedes-Benz,” Donald Rachmat, CEO, Mercedes-Benz Indonesia.


The World's First Automobile

The Many Firsts of Mercedes-Benz: 140 Tahun Perjalanan Inovasi yang Mengubah Dunia Otomotif

Perjalanan tersebut dimulai pada tahun 1886, ketika Karl Benz mematenkan Benz Patent-Motorwagen, yang diakui sebagai otomobil pertama di dunia

Lebih dari sekadar sebuah kendaraan, Benz Patent-Motorwagen menjadi titik awal lahirnya industri otomotif modern. Inovasi tersebut kemudian dibuktikan melalui perjalanan bersejarah Bertha Benz dari Mannheim menuju Pforzheim, perjalanan jarak jauh pertama menggunakan kendaraan bermotor yang menunjukkan betapa otomobil tersebut bukan hanya sebuah penemuan, namun merupakan solusi mobilitas masa depan.

Di GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat replika Benz Patent-Motorwagen yang dihadirkan Mercedes-Benz Indonesia sebagai simbol awal perjalanan inovasi tersebut.

 

The First Automobile to Arrive in Indonesia

Warisan Mercedes-Benz juga memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia.

Pada tahun 1894, Benz Victoria Phaeton tercatat sebagai otomobil pertama yang hadir di Indonesia, dimiliki oleh Sri Susuhunan Pakubuwono X.

Fakta ini telah membuat Indonesia menjadi bagian dari perjalanan Mercedes-Benz sejak masa-masa awal perkembangan otomotif dunia, jauh sebelum kendaraan bermotor menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

 

Inovasi yang Kini Menjadi Standar

Banyak teknologi yang hari ini dianggap sebagai fitur standar pada sebuah kendaraan modern sebenarnya berawal dari inovasi Mercedes-Benz.

 

Crumple Zone

Saat membeli mobil baru hari ini, sebagian besar orang menganggap zona benturan atau crumple zone sebagai sesuatu yang biasa. Namun sebelum tahun 1959, konsep tersebut belum ada. Mercedes-Benz memperkenalkan crumple zone untuk membantu menyerap energi benturan sehingga mengurangi gaya yang diterima penumpang saat terjadi kecelakaan. Hingga kini, prinsip tersebut menjadi salah satu fondasi keselamatan kendaraan modern.

Anti-lock Braking System (ABS)

Pernah menginjak rem secara mendadak tetapi mobil tetap dapat dikendalikan? Pengalaman tersebut tidak lepas dari hadirnya Anti-lock Braking System (ABS). Mercedes-Benz menjadi salah satu pelopor penerapan teknologi ini pada kendaraan produksi, yang kini menjadi fitur keselamatan standar di hampir seluruh kendaraan modern.

Driver Airbag dan Seatbelt Pretensioner 

Kini airbag menjadi perlengkapan wajib pada hampir setiap kendaraan. Namun pada tahun 1981, Mercedes-Benz menjadi produsen pertama yang menggabungkan driver airbag dengan seatbelt pretensioner pada kendaraan produksi, menghadirkan perlindungan yang jauh lebih optimal bagi pengemudi dan penumpang saat terjadi benturan.

Electronic Stability Program (ESP)

Kehilangan kendali kendaraan dapat terjadi dalam hitungan detik. Untuk membantu pengemudi mempertahankan kendali, Mercedes-Benz bersama Bosch memperkenalkan Electronic Stability Program (ESP®) pada kendaraan produksi. Teknologi ini secara otomatis membantu menjaga stabilitas kendaraan ketika mendeteksi potensi kehilangan traksi atau selip. Saat ini, ESP telah menjadi salah satu fitur keselamatan yang digunakan secara luas di berbagai kendaraan di seluruh dunia.

PRE-SAFE® 

Bagaimana jika sebuah mobil dapat mulai melindungi penumpangnya bahkan sebelum kecelakaan terjadi? Pertanyaan tersebut melahirkan PRE-SAFE®, teknologi keselamatan prediktif Mercedes-Benz yang mampu mendeteksi potensi benturan dan secara otomatis mempersiapkan kendaraan untuk membantu mengurangi risiko cedera bagi penumpang. Teknologi ini menjadi salah satu contoh bagaimana Mercedes-Benz terus mengembangkan inovasi yang berorientasi pada keselamatan.

 


BerandaBikers.com © 2014